Fisiologi Yoga: Nadi dan Energi Tubuh

[ad_1]

Nadis: Saluran Energi Prana dari Tubuh

Dalam artikel sebelumnya tentang Yoga Physiology, saya menulis tentang Pancha Kosha (Lima Lapisan Keberadaan) dan menyebutkan topik Nadis atau Saluran Energi. Dalam artikel ini, saya akan membahas Nadis dalam sedikit lebih detail. Harap diingat ini masih merupakan ikhtisar dasar yang ditulis bagi mereka yang baru memasuki topik fisiologi yoga dan praktik tantra.

Dalam fisiologi yoga klasik, nadi adalah jalur energetik yang membentuk matriks di seluruh tubuh manusia. Saluran-saluran ini tidak dianggap sebagai struktur fisik, terukur atau tidak dapat dideteksi. Mereka adalah "yang mendasari dan menopang kehidupan di dalam tubuh." Dalam keadaan meditasi yang lebih tinggi dan latihan yoga nadi dapat dianggap sebagai aliran cahaya, panas, warna, atau suara.

Nadi adalah saluran untuk Prana (Qi atau kekuatan hidup vital). Teks-teks klasik menunjukkan ada sekitar 72.000 hingga 7,2 juta nadi. Ini adalah angka yang besar dan lebih filosofis daripada praktis. Untuk latihan kami, kami akan fokus hanya dengan lima Nadis utama: Ida, Pingala, Arohan, Awarohan, dan Sushuma. Sehubungan dengan praktik kami, saluran ini adalah saluran utama untuk aliran energi.

  • Sushuma: saluran pusat, berjalan dari mooladhara chakra dekat perinium ke bagian atas kepala dan dianggap sebagai saluran keseimbangan.
  • Ida Nadi: mengikuti jalan ke sisi kiri tubuh dan mewakili bulan atau energi dingin.
  • Pingala Nadi: berlari di sisi kanan tubuh dan mewakili matahari atau energi panas.
  • Arohan Nadi: perjalanan bagian depan tubuh antara mooladhara chakra dan bagian atas kepala.
  • Awarohan Nadi: perjalanan bagian belakang tubuh antara bagian atas kepala dan mooladhara di pangkal tubuh.

(Dua saluran terakhir ini, Arohan Nadi dan Awarohan Nadi terutama digunakan dalam praktik-praktik yoga Hatha, Kriya dan Tantric tingkat lanjut, sehingga saya akan menyimpan diskusi tentang topik-topik ini untuk tulisan selanjutnya).

Seperti untuk Ida dan Pingala, aliran saluran ini (bulan dan matahari) mewakili pasang surut konstan dan aliran eksistensi manusia. Untuk melihat pentingnya konsep ini kita dapat melihat pada istilah yoga "Hatha".

Istilah Hatha sendiri menandakan Ida dan Pingala bahwa kata "hatha" terbuat dari dua mantra root: daging mewakili energi matahari atau Pingala; dan Tham mewakili energi bulan atau Ida. Dengan demikian, premis utama Hatha Yoga adalah untuk menemukan keseimbangan alami dari dua kekuatan ini di dalam tubuh.

Sama seperti akupunktur dalam Pengobatan China, atau penggunaan poin marma dalam Ayurveda, Asana (postur) yang digunakan dalam Hatha Yoga klasik dirancang untuk meningkatkan kesehatan dengan membebaskan penyumbatan prana dan memfasilitasi aliran bebas energi vital ke seluruh tubuh. Penggunaan lainnya hanyalah senam.

Seperti yang telah disebutkan, Pingala mewakili polaritas matahari. Ini menghasilkan vitalitas fisik, aktivitas yang dinamis, dan ketegangan. Ini adalah gaya ekstrovert dan umumnya mendominasi selama siang hari.

Ida mewakili polaritas lunar. Sifatnya dingin dan sesuai dengan sistem saraf parasimpatis. Ida berhubungan dengan relaksasi, berpikir, dan aktivitas pasif. Ida umumnya dominan selama jam malam dan tidur.

Ida dan Pingala dominasi secara langsung berkaitan dengan aliran nafas di lubang hidung. Pada saat tertentu satu lubang hidung lebih terbuka daripada yang lain. Ketika aliran nafas lebih kuat di lubang hidung sebelah kiri, itu menunjukkan itu Ida dominan. Ketika aliran lebih kuat di lubang hidung kanan itu menunjukkan itu Pingala dominan. Ketika Anda mengantuk atau mengantuk, Anda cenderung melihat lubang hidung sebelah kiri mengalir lebih mudah. Sebaliknya, ketika Anda aktif secara fisik, lubang hidung kanan akan lebih aktif. Mengamati fenomena ini, para yogi kuno menyusun pernafasan dan teknik meditasi untuk mengatur aliran energi untuk mengatur pengalaman tubuh prana.

[ad_2]